Rabu, 06 September 2023

MARI MENGENAL FISIKAWAN MUSLIM PERTAMA DI DUNIA 

Pada artikel sebelumnya telah dipaparkan sekilas sejarah perkembangan ilmu fisika dunia yang di mulai pada zaman kuno hingga era modern seperti ini. Hal ini tentunya cukup membangkitkan rasa penasaran saya terhadap salah satu fisikawan muslim yang ada pada masa tersebut, siapa lagi kalau bukan Ibnu Haitsam (Alhazen). Tentunya tidak boleh kita pungkiri bahwasanya peradaban muslim pada saat itu juga berperan dalam perkembangan ilmu pengetahuan umum (sains). Sejarah telah membuktikan bahwasanya dunia islam telah melahirkan banyak ilmuwan dengan berbagai keahlian seperti ahli agama, politik, sains, kedokteran, kemasyarakatan, falsafah, dan lain-lain.
Ibnu al-Haitsam

Abu Ali al-Hasan bin al-Hasan bin al-haitsam atau yang lebih populer dengan sebutan Ibnu al-Haitsam lahir sekitar tahun 965 M (354 H) di Basrah, Irak, yang pada saat itu merupakan kekhalifahan Abbasiyah. Ibnu al-Haitsam dikenal juga sebagai Alhazen oleh orang-orang dunia barat. Dia adalah seorang fisikawan dan ilmuwan muslim terkenal yang hidup pada abad ke-10 Masehi. 

Ibnu al-Haitsam memulai pendidikan awal di tempat kelahirannya sebelum diangkat menjadi pegawai pemerintahan. Dia sangat mencintai ilmu pengetahuan, karena hal tersebut ia melakukan hijrah ke Mesir untuk melakukan beberapa penelitian, seperti penyelidikan terkait Sungai Nil, penyalinan buku (matematika dan falak). Hal itu bertujuan untuk mendapatkan uang tambahan dalam menempuh perjalanan menuju Universitas Al-Azhar. 

Ibnu al-Haitsam menjadi seorang yang mahir dalam bidang sains, falak, matematika, geometri, kedokteran, dan falsafah. Salah satu karyanya yang menjadi refrensi penting dalam kajian bidang sains adalah mengenai cara kerja mata manusia serta teori mengenai pengobatan mata. Ibnu al-Haitsam juga melakukan penyelidikan mengenai cahaya dan menemukan berbagai data penting mengenai cahaya, hal tersebut yang memberikan petunjuk (ilham) kepada para ilmuwan selanjutnya seperti Boger, Bacon, dan Kepler. 

Ibnu al-Haitsam menyatakan bahwa cahaya fajar bermula apabila matahari berada di garis 19 derajat di ufuk timur. Warna merah pada senja akan menghilang apabila matahari berada di garis 19 derjat ufuk barat. Beberapa buku karya Ibnu al-Haitsam yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris antara lain Light dan On Twilight Phenomena. Kajiannya banyak membahas mengenai bias cahaya, pembalikan cahaya, senja, lingkaran cahaya di sekitar bulan dan matahari, bayang-bayang, serta gerhana.

Ibnu al-Haitsam juga melaukan percobaan terhadap kaca yang dibakar sehingga teori tersebut menjadi pencetus adanya kaca pembesar pertama di dunia. Yang lebih menakjubkan lagi Ibnu al-Haitsam telah menemukan prinsip isi padu udara dan wujud tarikan gravitasi (sebelum Issac Newton). Selain itu dalam bidang lain, Ibnu al-Haitsam menemukan teori mengenai jiwa manusia sebagai salah satu rentetan perasaan yang bersambung secara teratur, hal ini yang mencetuskan adanya wayang gambar yang selanjutnya berkembang menjadi penemuan film yang dapat kita lihat pada masa kini. 

Dalam bidang falsafah, Ibnu a-Haitsam menulis mengenai falsafah, logika, metafisika, dan keagamaan. Bagi Ibnu al-Haitsam, falsafah tidak boleh dipisahkan dari matematik, sains, dan ketuhanan. Ketiga bidang dan cabang ilmu tersebut harus dikuasai oleh seseorang dan untuk menguasainya diperlukan waktu yang cukup serta kegigihan. Beberapa karya Ibnu al-Haitsam yang telah dibukukan sebagai berikut: 

Bidang Optik antara lain: 
1. Risalah Fi Al-Ain Wa Al-Abshar 
2. Risalah Fi Al-Maraya Al-Muhriqah Bi Ad-Dawa'ir 
3. Risalah Fi In'ithaf Adh-Dhau 
4. Risalah Fi Al-Maraya Al-Muhriqah Bi Al-Quthu 
5. Kitab Fi Al-Halah Wa Qaus Qazah

Bidang Astronomi antara lain: 
1. At-Tanbih Ala Ma Fi Ar-Rashdi Min Al-Ghalath 
2. Irtifa' Al-Kawakib 
3. Maqalah Fi Ab'ad Al-Ajram As-Samawiyyah wa Iqdar I'zhamiha wa Ghairiha 
4. Kitab Fi Hai'ati Al-Alam 
5. Risalah Fi Asy-Syafaq 

Bidang Matematika antara lain: 
1. AL-Jami' Fi Ushul Al-Hisab 
2. Ilal Al-Hisab Al-Hindi 
3. Ta'liq Ala Ilm Al-Jabar 
4. Al-Mukhtashar Fi Ilm Al-Handasah 
5. Tarbi' Ad-Da'irah 6. Al-Asykal Al-Hilaliyah 


Referensi 
1. Lorch 2008. 
2. ^ Falco 2007. 
3. ^ Rosenthal 1961. 
4. ^ O'Connor & Robertson 1999. 
5. ^ El-Bizri 2010, hlm. 11: "Ibn al-Haytham's groundbreaking studies in optics, including his research in catoptrics and dioptrics (respectively the sciences investigating the principles and instruments pertaining to the reflection and refraction of light), were principally gathered in his monumental opus: Kitåb al-manåóir (The Optics; De Aspectibus or Perspectivae; composed between 1028 CE and 1038 CE)." 
6. ^ Rooney 2012, hlm. 39: "As a rigorous experimental physicist, he is sometimes credited with inventing the scientific method." 
7. ^ Baker 2012, hlm. 449: "As shown earlier, Ibn al-Haytham was among the first scholars to experiment with animal psychology. 
8. ^ Ackerman (1978), hlm. 119. 
9. ^ Gaudah, 2012.

SEJARAH ILMU FISIKA

Istilah "Fisika" sudah tidak asing lagi di telinga kita. Hal ini kerap kali dihubungkan dengan mata pelajaran yang cukup sulit, banyak rumus dan banyak perhitungan. Namun ada beberapa hal yang perlu kita ketahui teman-teman, bahwasanya "Fisika" juga memiliki sejarah yang cukup panjang dan menarik lho, hal ini juga melibatkan perkembangan konsep serta penemuan ilmiah dari zaman kuno hingga era modern seperti ini. Berikut adalah beberapa titik penting dalam sejarah pelajaran fisika yang perlu kita ketahui:

1. Zaman Kuno

Zaman Yunani Kuno: Beberapa pemikir Yunani kuno seperti Thales, Pythagoras, dan Archimedes mulai memikirkan tentang alam semesta dan sifat-sifat materi. Mereka memperkenalkan konsep-konsep dasar dalam geometri, mekanika, dan optik.

Thales (Natural Philosophy)
Thales (Natural Philosophy)

Phytagoras

Archimedes

2. Abad Pertengahan

Era Ilmiah Islam: Ilmuwan Muslim seperti Alhazen (Ibnu al-Haytham) mengembangkan pengetahuan tentang optik dan metode ilmiah.


Alhazen (Ibnu Haitsam)

3. Abad Ke-16 dan 17
Revolusi Ilmiah: Karya-karya Galileo Galilei dan Johannes Kepler mengubah cara kita memahami gerak planet dan hukum-hukum alam. Isaac Newton mengembangkan hukum-hukum gerak dan hukum gravitasi universalnya.


Galileo Galilei

Johanes Kepler

Sir Issac Newton

4. Abad Ke-18 dan 19
Termodinamika: Penemuan-pernemuan dalam termodinamika oleh ilmuwan seperti James Prescott Joule, Sadi Carnot, dan Rudolf Clausius membawa pemahaman tentang energi dan perubahan fisik.
Elektromagnetisme: Karya-karya Michael Faraday dan James Clerk Maxwell membentuk dasar ilmu elektromagnetisme, termasuk hukum-hukum Faraday tentang elektromagnetisme dan persamaan Maxwell yang menggambarkan medan elektromagnetik.


James Prescott Joule

Nicolas Leonard Sadi Carnot

Michael Faraday

James Clerk Maxwell

5. Abad Ke-20

Teori Kuantum: Fisika kuantum yang dikembangkan oleh Max Planck, Albert Einstein, Niels Bohr, dan lainnya menggambarkan perilaku partikel sub-atom dan fenomena di tingkat atom dan sub-atom.

Relativitas: Albert Einstein merumuskan teori relativitas khusus dan umum yang mengubah cara kita memahami ruang, waktu, dan gravitasi.

Pembelahan Inti Atom: Penemuan-penemuan dalam fisika nuklir dan pembelahan inti atom oleh Enrico Fermi dan lainnya memunculkan pemahaman tentang fisika nuklir.

Max Karl Ernst Ludwig Planck


Albert Einstein

Niels Bohr

6. Era Modern

Fisika Partikel: Eksperimen di dalam percepatan partikel dan penemuan partikel-partikel sub-atom seperti Boson Higgs telah mengarah pada perkembangan model-model fisika partikel yang kompleks.

Fisika Terapan: Fisika telah banyak diterapkan dalam berbagai bidang, termasuk teknologi, kedokteran, ilmu material, dan banyak lagi.

Sejarah pelajaran fisika terus berkembang seiring berjalannya waktu, dan penemuan-penemuan baru terus mengubah dan memperluas pemahaman kita tentang alam semesta. Fisika terus menjadi salah satu cabang ilmu pengetahuan yang paling penting dan berdampak dalam perkembangan teknologi dan pemahaman manusia tentang alam semesta.







AL LAHN (KESALAHAN) Dalam mempelajari Al-Qur’an seseorang tidak hanya dapat dilakukan melalui belajar sendiri (autodidak), melainkan memerlu...