AL
LAHN (KESALAHAN)
Dalam mempelajari Al-Qur’an seseorang tidak hanya dapat dilakukan melalui belajar sendiri (autodidak), melainkan memerlukan seorang guru yang dapat memberikan ilmu/pengetahuan serta mengevaluasi cara baca seseorang akan ayat-ayat Al-Qur’an yang dibacanya. Selain itu seorang yang mempelajari Al-Qur’an harus mengerti tata cara membaca Al-Qur’an baik yang berkaitan dengan tata cara Hissiyah (yang dapat di indera) seperti sebelum membaca Al-Qur’an harus berwudlu, membaca Al-Qur’an pada tempat yang suci, menempatkan Al-Qur’an pada posisi terbaik, dan yang lainnya. Selanjutnya tata cara Maknawiyah seperti membaca Al-Qur’an dengan disertai bacaan tajwid, menempatkan hak-hak huruf hijaiyah dengan baik, menempatkan kaidah ilmu tajwid dengan baik, sehingga pembaca tidak akan merusak makna pada ayat yang dibacanya.
Al Lahn disebut juga kesalahan-kesalahan dalam membaca Al-Qur’an, dalam ilmu tajwid Al Lahn dibagi menjadi dua bagian yaitu:
1. Lahn Al Jali (لهن الجالى)
Lahn Al Jali disebut juga kesalahan besar dalam membaca Al-Qur’an. Kesalahan ini merupakan kesalahan fatal yang terjadi dalam lafadz sehingga tata cara bacaan, baik merubah maknanya atau tidak. Dikatakan kesalahan besar karena kesalahan ini diketahui oleh para Ulama. Kesalahan besar (Lahn Al Jali) meliputi pengucapan huruf ‘Ain seperti Alif, pengucapan huruf Qaf seperti Kaf, dan lain-lain. Kesaahan ini hukumnya Haram. Beberapa kriteria dalam Lahn Al Jali (Kesalahan Besar) antara lain:
a) Perubahan Huruf dengan Huruf
الضَّا لّيْنَ menjadi الظَّا لّيْنَ
المَغْضُوْب menjadi المَقْضُوْبِ
المُسْتَقِيْمَ menjadi المُصْتَقِيْمَ
اَلَّذِيْنَ menjadi اَلَّزِيْنَ
b) Perubahan Haarakat dengan Harakat
اَنْعَمْتَ dibaca اَنْعَمْتِ
لَمْ يَلِدْ dibaca لَمْ يَلِدُ
قُلْتُ dibaca قُلْتِ
رَبِّ dibaca رَبُّ
c) Penambahan Huruf
مَنْ كَانَ menjadi مَانْ كَانَ
مِنْكُمْ menjadi مِيْنْكُمْ
d) Penghilangan Tasydid
بَدِّلْ menjadi بَدِلْ
عَرَّفَ menjadi عَرَفَ
e) Penambahan Tasydid
فَرِحَ menjadi فَرِّحَ
مَرَجَ menjadi مَرَّجَ
f) Penghilangan Bacaan Panjang
اَلْبَيَانَ menjadi اَلْبَيَنَ
اَلْكِتَابُ menjadi اَلْكِتَبُ
2. Lahn Al Khafi (لهن الخافى)
Lahn Al Khafi disebut juga kesalahan kecil yang berkaitan dengan tidak sempurnanya pengucapaan bacaan, seperti kurangnya membaca panjang pada bacaan mad, terlalu panjang bacaan mad nya, bacaan idzharnya kurang terang, bacaan idghamnya kirang masuk, dan lain-lain. Kesalahan kecil (Lahn Al Khafi) ini hukumnya Makruh. Beberapa kriteria dalam Kesalahan kecil (Lahn Al Khafi) antara lain:
a) Tidak sempurna dalam pengucapan harakat Dhommah
وَنُوْدُوْا dibaca Wanoodoo
b) Tidak sempurna dalam pengucapan harakat Kasroh
سَبِيْلْهِ dibaca Sabiileh
c) Tidak sempurna dalam pengucapan harakat Fathah
اَلْبَاطِلُ dibaca Al Boothilu
d) Menambah Qalqalah pada kata yang seharusnya tidak Qalqalah
e) Mengurangi dengung pada bacaan Ghunnah
f) Terlalu memanjangkan bacaan Mad
g) Terlalu menggetarkan pada pengucapah huruf Ra’
Rujukan
Abdul Mujib Ismail dan Maria Ulfah Nawawi. 1995. Pedoman Ilmu Tajwid. Surabaya: Karya Aditama
H. Sayuti. Ilmu Tajwid Lengkap Qaidah Bagaimana Seharusnya Membaca Al-Qur’an Dengan Baik dan Benar. Sangkala
Pusat Ma’had Al-Jami’ah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. 2023. Tuhfathut Thullab Ta’limul Qur’an. Malang: UIN Press
Tidak ada komentar:
Posting Komentar